[ADS] Top Ads

Kirim Logistik ke Papua Lebih Mahal Dibanding ke Eropa

Pengiriman logistik ke Papua lebih mahal dibanding ke Eropa. Ya, sebagai negara kepulauan terbesar menjadikan Indonesia memiliki tantangan rumit dalam hal pengiriman barang.

Terlebih pemerataan infrastruktur di Indonesia belum sepenuhnya baik dari Indonesia barat hingga timur. Tak pelak, hal menyebabkan daya saing global Indonesia tertahan, imbas dari tingginya biaya logistik.

“Persoalan ini masih terus berlangsung yaitu biaya logistik kita yang masih mahal. Kita tahu mengangkut barang dari Tanjung Priok ke Sulawesi, apalagi Papua, lebih mahal daripada ke Eropa. Ini harus diselesaikan ini enggak bisa dilupakan,” kata Darmin saat acara Outlook Perekonomian Indonesia 2019.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengungkapkan, berdasarkan data dari Asosiasi Logistik dan Forwarding tahun 2019 biaya logistik barang yang dikirim ke luar negeri lebih murah dibanding dalam negeri.

“Makasar ke Surabaya itu kontainer 20 ft biayanya Rp 20 juta. Coba kalau dibandingkan kirim Surabaya ke Singapura itu hanya Rp 2,8 juta, ke Jepang cuma Rp 4,2 juta,” kata Soekarwo.

Pembangunan Infrstruktur Untuk Kejar Ketertinggalan

Menurutnya, persoalan ini harus diselesaikan secara bersama-sama baik pemerintah pusat maupun kerja sama antar daerah harus semakin ditingkatkan.

Oleh sebab itu, lanjut Darmin, pemerintah tengah fokus membangun infrastruktur di berbagai daerah guna mengejear ketertinggalan. Utamanya dalam hal infrastuktur dan memangkas biaya logistik yang tinggi.

Sebab, keberadaan infrastruktur menjadi vitamin untuk masuknya investasi ke dalam negeri dan menjadi kemudahan bagi kalangan industri. “Kalau enggak membangun, investor bakal menganggap itu percuma,” tegas Darmin.

Selain itu, dengan infrastruktur yang merata diharapkan kinerja ekspor nasional juga semakin meningkat seiring waktu.

“Impor tetap ada tapi masih bisa kita kendalikan, kita terus berusaha meningkatkan ekspornya agar mengimbangi impor yang tinggi,” jelasnya.

Kegiatan pembangunan infrastuktur juga berdampak pada peningkatan ekonomi dan jumlah pengangguran.

“Kemiskinan dan pengangguran menurun dan gini ratio menurun dan begerak ke arah positif. Karena pemerintah benar-benar serius membangun infrastruktur. Lalu berbagai kebijakan juga diambil dalam rangka mendorong investasi,” kata Darmin.

Langkah pemerintah tersebut juga sekaligus menjawab kenapa Jokowi sangat fokus dalam hal ini. Sebab, sebagai negara besar Indonesia masih sangat tertinggal di bidang infrastruktur dan SDM.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

 

SUPPORT !!
Dukung Blog KURAZONE agar selalu update mengenai informasi dunia Blogger dengan cara meninggalkan komentar dan membagikan artikel yang telah kalian baca,
1x share dari kalian sangat berarti bagi kami. Arigatou !!
Show Comments